25 Mei 2019

Dunia adalah sendau gurau

*══════◎•❀•◎﷽◎•❀•◎═══
═══*
*MASRUQ – 
Dunia Ada Di Bawah Kita*

💡Dunia ini adalah senda gurau, permainan serta kenikmatan yang menipu mata.
Masruq bin al-Ajda’ rahimahullah, seorang Imam di generasi tabi’in.
Kita merindukan dan membutuhkan sosok seperti dirinya, yang dapat selalu mengingatkan kita akan hakikat dunia. 

Dari Ibrahim bin Muhammad al-Muntasyir, dia mengatakan :
كَانَ مَسْرُوقٌ يَرْكَبُ كُلَّ جُمُعَةٍ بَغْلَةً لَهُ وَيَحْمِلُنِي خَلْفَهُ ثُمَّ يَأْتِي كُنَاسَةً بِالْحيرةِ قَدِيمَة فَيَجْعَلُ عَلَيْهَا بَغْلَتَهُ ثُمَّ يَقُولُ : الدُّنْيَا تَحْتَنَا
Setiap hari Jum’at Masruq biasa menunggang baghal dan memboncengku di belakangnya, kemudian dia mendatangi tempat pembuangan sampah tua di Hirah, lalu dia menaikkan baghalnya ke atasnya kemudian mengatakan : _“Dunia ada di bawah kita.”_ (Hilyah al-Auliya’: 2/96)
🏷Apa yang diingatkan oleh Masruq ini adalah pemaham dari pelajaran Rasulullah ﷺ. Karena beliau ﷺ pernah bersabda sebagaima diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu :
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَرَّ بِالسُّوْقِ دَاخِلًا  مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ. فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ، ثُمَّ قَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوْا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قال: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوْا: وَاللهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ، لِأَنَّهُ أَسَكُّ. فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟! فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Rasulullah ﷺ berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat beliau.
Lalu beliau melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya cacat.
Sambil memegang telinganya beliau ﷺ bersabda, _“Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?”_ Orang-orang berkata, _“Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”_ Beliau ﷺ bersabda, _“Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?”_ Orang-orang berkata, _“Demi Allah, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?”_ Beliau ﷺ bersabda : _“Demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.”_
(HR. Muslim: 2957)
🌏Oleh sebab itu, semua dunia yang kita perebutkan dan perjuangkan ini pada hakikatnya hanyalah sampah.
Tidak lebih berharga dari bangkai seekor anak kambing yang cacat.
Tapi kita ini adalah manusia, sering lupa dan mudah tergoda sehingga butuh untuk selalu diingatkan.
*🔰Semoga bermanfaat.*

24 Mei 2019

manusia lupa, mereka di ciptakan untuk apa??

*KEBANYAKAN MANUSIA LUPA TUJUAN MEREKA DICIPTAKAN*

 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

☝🏻 Sesungguhnya setiap kali manusia semakin mewah kehidupannya dan semakin glamour, maka akan terbuka berbagai pintu keburukan yang akan menimpa mereka. Sesungguhnya KEMEWAHANLAH YANG AKAN MENGHANCURKAN MEREKA, karena manusia jika dia memperhatikan kemewahan dan mengutamakan kesenangan jasadnya, maka dia akan lalai dari melakukan hal-hal yang akan membahagiakan hatinya dan jadilah ambisi terbesarnya memuaskan kesenangan badannya

 YANG AKAN BERAKHIR MENJADI MAKANAN CACING TANAH DAN MEMBUSUK.
🔥 Ini merupakan bencana dan inilah yang membuat manusia tertipu di masa ini. Hampir-hampir engkau tidak menjumpai seorang pun kecuali dia mengatakan : “APA ISTANA KITA? APA MOBIL KITA? APA PERMADANI KITA? APA MAKANAN KITA?” Sampai-sampai orang-orang yang membaca ilmu dan mengajarkan ilmu sebagian mereka mengajar semata-mata hanya karena ingin mendapatkan titel atau kedudukan untuk meraih kesenangan dunia. Seakan-akan manusia tidak diciptakan untuk tujuan yang besar.
Padahal dunia dan kenikmatannya hanyalah sarana semata.
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjadikan dunia sebagai sarana.

🔈 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
☝🏻  “Sepantasnyalah seseorang menjadikan harta sebagaimana dia menggunakan keledai sebagai tunggangan dan sebagaimana dia menggunakan kamar kecil untuk buang air.”
(Lihat: Majmu’ul Fataawa, 10/663, terbitan Majma’ Al-Malik Fahd –pent)
👋🏻 Lihatlah mereka para ulama itu mengetahui fungsi harta dan mengetahui kadarnya.
Maka jangan engkau jadikan harta sebagai ambisimu yang terbesar.
✊🏻 TUNGGANGILAH HARTA, KARENA KALAU ENGKAU TIDAK MENUNGGANGI HARTA MAKA HARTA YANG AKAN MENUNGGANGIMU jadilah ambisi terbesarmu dunia.
💡 Oleh karena inilah maka kami katakan : sesungguhnya manusia semakin dunia terbuka bagi mereka dan mereka memperhatikannya maka sesungguhnya mereka akan merugi di akhirat sesuai keuntungan yang mereka dapatkan dari dunia.
🌷 Nabi Shallallahu 'alaihi was sallam bersabda :
👎🏻  “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan akan menimpa kalian –maksudnya aku tidak mengkhawatirkan kefakiran akan menimpa kalian karena dunia akan dibukakan– tetapi aku mengkhawatirkan dunia akan dibukakan untuk kalian lalu akan menyebabkan kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana orang-orang sebelum kalian berlomba-lomba meraihnya, sehingga dunia pun akan membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”
(HR. Al-Bukhary no. 3158 dan Muslim no. 2961 –pent)
👍🏻 Benarlah Ar-Rasul Shallallahu 'alaihi was sallam.
Inilah yang telah membinasakan manusia pada hari ini, yaitu berlomba-lomba meraih dunia dan merasa seakan-akan mereka diciptakan untuk dunia, bukan merasa bahwa dunia diciptakan untuk mereka, lalu mereka pun sibuk dengan hal-hal (dunia –pent) yang diciptakan untuk mereka sehingga melalaikan tujuan penciptaan mereka. Dan ini merupakan sikap yang terbalik.
Kita memohon keselamatan kepada Allah.

KERDILKAN DAN RENDAHKAN MEREKA

KERDILKAN DAN RENDAHKAN MEREKA…
 BBG AL ILMU
🌴🌴🌴
Ternyata merendahkan sesuatu tidak selalu buruk, saudaraku.

Ibnul Qoyyim -rohimahullah- bertutur:
“Dan diantara tanda amal ibadah kita diterima adalah kita akan merendahkan, mengkerdilkan dan menganggapnya kecil di hati kita.”
(Madarijus Saalikiin 2/62)

Shalat, puasa, tarawih, tilawah, dzikir, umrah, i’tikaf, dan amal ibadah kita lainnya.
🌴🌴🌴
Sebesar apapun…
Sebanyak apapun…
Sehebat apapun…
Kerdilkanlah, tanamkanlah dalam hati ini bahwa semua itu hanyalah serpihan-serpihan kecil yang tidak pantas menuai puji dan rasa bangga.

🌴🌴🌴
Sedangkan membesar-besarkan, merasa diri berjasa lalu mulai mengungkitnya… sebaiknya ia renungkan ayat berikut ini:

‏﴿٢٦٤﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ
(264) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)…
(QS. Al Baqarah: 264)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى.

22 Mei 2019

andai tak berbuat dosa bagian 2

ANDAI KAU TAK BERBUAT DOSA* 🍂
(Bagian 02-Terakhir)

Hadits Yang disebutkan pada pertemuan kemarin menunjukkan dua perkara yang agung :
Yang pertama bahwa Allah -Subhanahu wa Ta’ala- Maha memaafkan, suka memaafkan, Maha pengampun, dan suka mengampuni.

Yang kedua di dalam hadits ini ada kabar gembira bagi orang-orang yang bertaubat kepada Allah dimana Allah -Subhanahu wa Ta’ala- akan menerima taubat mereka dan akan mengampuni dosa-dosa mereka maka janganlah mereka berputus asa dari rahmat Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dan jangan pula terus menerus melakukan maksiat.
Akan tetapi yang mereka harus lakukan adalah bertaubat dan beristighfar kepada Allah -subhanahu wa ta’ala- karena Allah -Subhanahu wa Ta’ala- membukakan pintu istighfar bagi mereka. 

Demikian pula pintu membukakan pintu taubat.
Inilah makna dari hadits tersebut.
Hadits ini juga telah menghilangkan kesombongan dari manusia karena terkadang manusia sombong terhadap dirinya dan ilmunya, padahal manusia adalah tempat kesalahan tempat ketergelinciran dan tempat kekurangan.
Maka kewajiban anda adalah bersegera bertobat dan beristighfar dari segala kekurangannya, kesalahannya, dan tergelincirnya.
Jangan dia beranggapan bahwa dia adalah makhluk yang sempurna atau dia merasa tidak butuh dengan istighfar.
Hadits ini memberikan dorongan dan motivasi untuk beristighfar kepada Allah Karena Allah -Subhanahu wa Ta’ala- senang jika hamba-hamba-Nya beristighfar dan bertobat kepada-Nya.
Juga menjelaskan bahwa setiap Bani Adam akan sering melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-
Hadits ini tidak bermakna Allah -Subhanahu wa Ta’ala- senang jika hamba-Nya melakukan dosa atau senang dengan kemaksiatan, akan tetapi Allah -Subhanahu wa Ta’ala- membenci kekufuran dan tidak pula ridha dengan kekufuran serta tidak senang dengan kemaksiatan.
Akan tetapi Allah suka jika hamba-Nya yang berbuat dosa dan maksiat dia bersegera bertaubat kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- serta beristighfar kepadanya.
Inilah makna dari hadits tersebut”

melempar panah..?

PERUMPAMAAN YANG BAGUS…
BBG AL ILMU

Ada seseorang datang kepada seorang syeikh, dan dia mengatakan:
“Ya syeikh, si fulan telah mencelamu di salah satu majelisnya !”
Syeikh menjawab:
“Jika orang itu telah melemparkan panah kepadaku lalu dia tidak mengenaiku, mengapa kamu membawa panah itu dan menancapkannya di hatiku ?!
———
🌴🌴🌴
Tidak semua fakta boleh disampaikan kepada orang lain… Tidak semua yang kita dengar dan ketahui boleh kita sebarkan, karena ada timbangan maslahat dan mafsadah yang ditimbulkan.
🌴🌴🌴
Rosulullah -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Jangan kamu sampaikan kabar gembira ini kepada manusia, karena mereka akan bersandar kepadanya.” [HR. Bukhori Muslim].
🌴🌴🌴
Jika hadits ini tentang berita kebaikan, begitu pula tentang fakta yang menjadikan masyarakat ketakutan, atau benci penguasa, atau menurunkan kepercayaan diri, atau efek buruk lainnya, wallohu a’lam.
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى