31 Mei 2019

Sahabat Abu Darda dalam sakaratul maut

ﺑِﺴْﻢِاللّٰهﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ*
*BILA CINTA TELAH BERBICARA MAKA SETIA ITU 
NYATA*

Menjelang sahabat Abu Darda' menghadapi sakaratul maut, maka istri beliau (istri mudanya) Ummu Darda' Hujaimah Al Himyariyah berkata kepadanya :
*إنك خطبتني إلى أبوي في الدنيا فأنكحوك، وأنا أخطبك إلى نفسك في الآخرة، قال: فلا تنكحي بعدي.*
"Sesungguhnya dahulu engkau meminangku kepada kedua orang tuaku, lalu mereka menikahkanmu dengan aku."
"Dan sekarang, giliran aku yang menharapkan dirimu sendiri agar aku  bisa tetap menjadi istrimu kelak di akhirat".
Mendengat harapan sang istri tercinta, sahabat Abu Darda' menjawab :
*"Bila demikian, maka janganlah engkau menikah sepeninggalku"*.
(Siyar A'alam An Nubala' oleh Az Zahaby 4/278)
Imam At Thabrani meriwayatkan bahwa seusai Ummu Darda' menjalani masa iddahnya, sahabat Mu'awiyah segera melamarnya, namun ternyata Ummu Darda' betul betul teguh pada cintanya kepada sahabat Abu Darda'.
Sehingga beliau menjawab pinangan sahabat Mu'awiyah radhiallahu 'anhum dengan berkata :
Aku pernah mendengar suamiku Abu Darda' menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*( المرأة  لآخر أزواجها)  ولست أريد بأبي الدرداء بدلا*
*"Wanita akan menjadi pendamping suami terakhirnya". Sedangkan aku tidak sudi mendapat suami lain yang menggantikan Abu Darda'."*
(At Thabrany)
Subhanallahu, begitu indahnya cinta wanita sholehah kepada laki-laki sholeh dan kesetiaan wanita sholehah kepada lelaki suaminya, semoga Allah melimpahkan kesholehan dan kesetiaan seperti mereka.
Aamiin.......
*بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ*

29 Mei 2019

Menjaga lisan atau pilih surga atau neraka 2019

MULUTMU… SURGAMU, ATAU NERAKAMU!
 BBG AL ILMU
Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
🌴🌴🌴
Jagalah LISAN Anda, syukurilah nikmat itu untuk menghibur dan membahagiakan orang lain…
Jangan malah menjadikannya sebagai pemuas hawa nafsu Anda untuk menyakiti dan menusuk hati orang lain… karena lisanmu itu; surgamu atau nerakamu… Simaklah hadits berikut ini:
🌴🌴🌴
Sahabat Abu Huroiroh -rodhiallohu anhu- mengatakan:
Ada seorang lelaki mengatakan: “Ya Rosulullah, sungguh si fulanah itu dikenal dengan banyaknya amalan sholatnya, puasanya, dan sedekahnya, hanya saja dia biasa menyakiti tetangganya dengan lisannya.”
Beliau menjawab: “Dia di NERAKA”.
🌴🌴🌴
Orang itu mengatakan lagi: “Ya Rosululloh, sungguh si fulanah (yang lain), dia dikenal dengan sedikitnya amalan puasanya, sedekahnya, dan sholatnya… namun dia TIDAK menyakiti tetangganya dengan lisannya.”
Beliau menjawab: “Dia di SURGA”.

28 Mei 2019

Penjelasan QS Al Baqarah AYAT 35... (2019)

 QS. Al-Baqarah Ayat 35*
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ▪
```We said: "O Adam! dwell thou and thy wife in the Garden; and eat of the bountiful things therein as (where and when) ye will; but approach not this tree, or ye run into harm and transgression."```
*Artinya :*
_"Dan Kami berfirman : "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim"._
```*****```
*Tafsir :*
Allah ﷻ berfirman : "Wahai Adam Tinggallah engkau dan istrimu Hawa di syurga, dan nikmatilah oleh kalian berdua buah-buahannya dengan penuh nikmat dan keleluasaan di tempat mana saja yang kalian kehendaki, tapi janganlah kalian berdua mendekati pohon ini agar kalian tidak terjerumus kedalam maksiat yang akibatnya kalian akan menjadi orang-orang yang melanggar perintah Allah".
```*****```
Sumber : Kitab Tafsir Muyassar, Dikaji Ulang Oleh Sejumlah Ulama Dibawah Arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh, Penerbit Darul Haq Jakarta.
____________

Sifat shalat nabi bagian 29

SIFAT SHALAT NABI ﷺ*
(Bagian ke 29)
Mengakhiri Shalat Dengan Salam
Bagaimanakah cara salam untuk mengakhiri shalat?
       Salam adalah penutup shalat.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
“Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan dari perkara di luar shalat adalah ucapan takbir dan yang menghalalkan kembali adalah ucapan salam.”
(HR. Tirmidzi no. 238 dan Ibnu Majah no. 276. Abu ‘Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
       Cara salam adalah dengan memalingkan wajah ke kanan sampai orang di belakang melihat pipi, begitu pula salam ke kiri sampai orang di belakang melihat pipi.
Disebutkan dalam hadits,
عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ
Dari ‘Amir bin Sa’ad dari bapaknya, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga aku melihat pipinya yang putih.”
(HR. Muslim no. 582).
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ « السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ »
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sampai terlihat pipinya yang putih, lalu beliau mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’.”
(HR. Abu Daud no. 996 dan Tirmidzi no. 295. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
       Salam yang termasuk bagian dari rukun adalah salam pertama, sedangkan salam kedua tidaklah wajib.
Adapun ucapan salam adalah tanpa kalimat ‘wa baraakatuh’.
Tambahan tersebut tak ada dasarnya. Riwayat yang menyebutkan tambahan tersebut adalah riwayat yang syadz, yaitu menyelisihi riwayat yang lebih kuat.
Jadi yang lebih tepat ucapan salam adalah ‘assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’.
Adapun jika hanya mengucapkan ‘assalamu ‘alaikum’ saja tanpa menyebut wa rahmatullah, seperti itu sudah dianggap sah.
Namun yang lebih sempurna adalah ‘assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’.
Semoga bermanfaat.

Referensi :
Al Muntaqo fil Ahkam Asy Syar’iyyah min Kalami Khoiril Anam, Majdud Din Abul Barokat ‘Abdus Salam Ibnu Taimiyyah Al Haroni, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan kedua, tahun 1431

27 Mei 2019

Tujuh perkara terus mengalir pahalanya

Tujuh Perkara Yang Terus Akan Mengalir Pahalanya*
_____
🍃 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
《 سبعٌ يَجري للعبدِ أجرُهُنَّ ، و هوَ في قَبرِه بعدَ موتِه :
Ada tujuh hal yang akan terus mengalir pahalanya bagi seorang hamba di kuburnya setelah kematiannya :
▪مَن علَّمَ علمًا ،
(Seorang yang mengajarkan ilmunya)
▪أو أجرَى نهرًا ،
(Atau mengalirkan sungai)
▪أو حفَر بِئرًا ،
(Atau menggali sumur)
▪أوغرَسَ نخلًا ،
(Atau menanamkan kurma)
▪أو بنَى مسجِدًا ،
(Atau membangun masjid)

▪أو ورَّثَ مُصحفًا ،
(Atau mewariskan mushaf)
▪أو ترَكَ ولدًا يستغفِرُ لهُ بعد موتِه 》.
(Atau meninggalkan seorang anak yang memintakan ampun baginya setelah kematiannya).
_____
📘 Dihasankan oleh Asy Syeikh Al Albani dalam Shahihul Jami' (3602).
================================