7 Nov 2018

the best human ( manusia terbaik di muka bumi)

Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi☘☘
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA |


» Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu menceritakan: 
“Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya bertanya kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?’ Rasulullah menjawab: "Yang panjang umurnya dan baik amalannya." Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, maka perintahkan kepada kami suatu perkara kebaikan yang dapat kami tekuni?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah 'Azza Wajalla.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Muflih di dlm Al-Adab Asy-Syar’iyyah I/425, dan imam Ahmad dengan sanad yang shohih. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IV/452)

🌴🌴🌴
» Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu menceritakan:

أن رجلا قال : يا رسول الله أي الناس خير ؟ ‍ قال : من طال عمره وحسن عمله ، قال : فأي الناس شر ؟ ‍ قال : من طال عمره وساء عمله .

Artinya: “Ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Ia bertanya lagi: “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Haitami di dlm
Az-Zawajir II/239. Dan dinyatakan SHOHIH Li Ghoirihi oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no.3363, Shohih At-Tirmidzi no.2330, dan Takhrij Misykatul Mashobih no.5215)

(*) Oleh karena itu, marilah kita berupaya menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan berdzikir kepada-Nya, dan tidak melewatkan sedikit pun sisa waktu dari umur kita di dunia tanpa meraih pahala dan ridho Allah meskipun hanya dengan ucapan istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

6 Nov 2018

dosa dosa mencipi dan minuman ahli neraka info islam 2018

Assalamu'alaikum
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA, حفظه الله تعالى
Sobat, pernahkah anda minum air panas, sehingga lidah anda terasa terbakar?
Akibat seteguk air panas yang anda minum, lidah anda sakit dan untuk beberapa waktu anda tidak dapat merasakan enaknya makanan yang anda makan.

Coba anda bayangkan bila air panas yang anda minum ternyata membakar lidah, mulut, kerongkongan hingga lambung anda. Kira-kira bagaimana rasa sakit yang menimpa anda?
Tahukah anda bahwa salah satu siksa penghuni neraka ialah ketika penghuni neraka kehausan dan minta minum, mereka diberi minum air mendidih yang sangat panas hingga menghancurkan lambung mereka.
Simaklah firman Allah berikut:
وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
“Mereka diberi minum air panas mendidih yang mengakibatkan lambung mereka terpotong-potong.” ( Muhammad 15 )
Bagaimana tidak hancur lambungnya, walau telah masuk ke lambung, air minum atau makanan penghuni neraka masih mendidih dengan keras.
طَعَامُ الْأَثِيمِ
“Makanan orang yang banyak berbuat dosa.”
كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ
“Bagaikan timah panas yang mencair dan terus mendidih dengan keras di dalam perut mereka.”
كَغَلْيِ الْحَمِيمِ
“Bagaikan air panas yang mendidih.” (ad Dukhan 44-46)
Sobat! Mungkinkah anda penasar
an atau tertantang untuk uji nyali mengincipi makanan dan minuman penghuni neraka ?

4 Nov 2018

halte busway transjakarta feeder apartemen pakubuwono terrance cipulir

jl. Ciledug Raya No.99B, RT.12/RW.5, Cipulir, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12230

turun di halte feeder rsb kartini jalan kaki 100 meter kelihatan di apartemen pakubuwono terrace cipulir
dari blok m naik ke arah pesanggrahan

point square lebak bulus


alamat ;  Point Square, Jl. R.A.Kartini No.1, RT.9/RW.7, Lebak Bulus, Cilandak, South Jakarta City, Jakarta 12440
halte terdekat lebak bulus
mrt lebak bulus

operasional mall jam 10.00 s/d 22.00

3 Nov 2018

Istirja istilah dalam islam 2018


Keberkahan Kalimat Istirja’ Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui*

Keberkahan Kalimat Istirja’ Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Kalimat istirja’ adalah kalimat inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun…
Allah ajarkan kalimat ini agar dibaca oleh kaum Muslimin yang sedang mengalami musibah.
Dan itulah ciri orang yang penyabar

Allah berfirman,
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,.الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. al-Baqarah: 154 – 155)
Sebagian ulama menegaskan bahwa kalimat ini tidak diberikan kepada para Nabi sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti yang dinyatakan ulama tabi’in, muridnya Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, yaitu Imam Said bin Jubair. Beliau mengatakan,
لم تعط هذه الكلمات نبيا قبل نبينا، ولو عرفها يعقوب لما قال: يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ
Kalimat ini belum pernah diberikan kepada seorang Nabi-pun sebelum Nabi kita (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Andaikan sudah diketahui Ya’qub, tentu beliau tidak akan mengucapkan, “Duhai duka citaku terhadap Yusuf”. (Tafsir al-Qurthubi, 2/176).
Ketika Ya’qub mendapatkan kabar hilangnya Yusuf, beliau tidak mengucapkan, innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, tapi beliau mengucapkan, Yaa asafaa ‘alaa Yusuf… (Duhai duka citaku terhadap Yusuf).
_Kandungan Kalimat Istirja’_
Seperti apa kandungan maknanya?
Kita simak keterangan al-Qurthubi.
Imam al-Qurthubi menjelaskan,
قوله تعالى: قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون. جعل الله تعالى هذه الكلمات ملجأ لذوي المصائب، وعصمة للممتحنين، لما جمعت من المعاني المباركة
Firman Allah Ta’ala, ‘Mereka mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’
Allah jadikan kalimat ini sebagai sandaran bagi orang yang tertimpa musibah, dan perlindungan (bacaan) bagi mereka yang sedang menjalani ujian. Karena kalimat ini mengandung banyak makna yang berkah.
Kemudian al-Qurthubi melanjutkan,
فإن قوله: إنا لله توحيد وإقرار بالعبودية والملك. وقوله: وإنا إليه راجعون إقرار بالهلك على أنفسنا والبعث من قبورنا، واليقين أن رجوع الأمر كله إليه كما هو له
Kalimat, ‘Inna lillahi’ adalah tauhid dan pengakuan terhadap ubudiyah (status kita sebagai hamba) dan kekuasaan Allah. Sedangkan kalimat, ‘Wa inna ilaihi raaji’uun’ adalah pengakuan bahwa kita akan binasa, dan akan dibangkitkan dari alam kubur kita, serta keyakinan bahwa semua urusan kembali kepada-Nya, sebagaimana semua ini milik-Nya. 
(Tafsir al-Qurthubi, 2/176)

Keutamaan Kalimat Istirja’_
Dalam hadits dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, beliau pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
Apabila ada seorang Muslim yang mengalami musibah, lalu dia mengucapkan kalimat seperti yang Allah perintahkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’  ya Allah berikanlah pahala untuk musibahku, dan gantikan untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.
Maka Allah akan memberikan ganti untuknya dengan yang lebih baik. (HR. Muslim 918)
Di surat al-Baqarah, Allah memberikan janji bahwa orang yang sabar dan mengucapkan istirja’ mereka akan mendapatkan shalawat, rahmat, dan hidayah.
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. al-Baqarah: 157).
Umar bin Khatab mengatakan,
نعم العدلان ونعم العلاوة: الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون* أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون
“Sebaik-baik 2 balasan dan sebaik-baik tambahan, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Yang beliau maksud dengan sebaik-sebaik 2 balasan adalah shalawat dan rahmat.
Sedangkan sebaik-baik tambahan adalah hidayah.
(Tafsir al-Qurthubi, 2/177),
Demikian, Allahu a’lam.
Dijawab oleh :
Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)