a. Aspek akidah Dalam pembelajaran atau pendidikan akidah maka perlu memperhatikan aspek-aspek akidah,
yakni:
1) Kalimat thayyibah sebagai materi pembiasaan, meliputi: Laa ilaaha illallaah, basmalah, alhamdulillaah, Allaahu Akbar, ta’awwudz, maasyaAllah, assalaamu’alaikum, salawat, tarji’, laa haula walaa quwwata illaabillah, dan istighfaar.
2) Al-asma’ al-husna sebagai materi pembiasaan, meliputi: al-Ahad, al-Khaliq, ar-Rahmaan, ar-Rahiim, as-Samai’, ar-Razzaaq, alMughnii, al-Hamiid, asy-Syakuur, al-Qudduus, ash-Shamad, alMuhaimin, al-Azhiim, al-Kariim, al-Kabiir, al-Malik, alBaathiin,al-Walii, al-Mujiib, al-Wahhaab, al-‘Aliim, azh-Zhaahir, ar-Rasyiid, al-Haadi, as-Salaam, al-Mu’min, al-Latiif, al-Baaqi, al-Bashiir, al-Muhyi, al-Mumiit, al-Qawii, al-Hakiim, al-Jabbaar, al-Mushawwir, al-Qadiir, al-Ghafuur, al-Afuww, ash-Shabuur, dan al-Haliim.
3) Iman kepada Allah dengan pembuktian sederhana melalui kalimat Thayyibah, al-asma’ al-husna dan pengenalan terhadap shalat lima waktu sebagai manifestasi iman kepada Allah.
4) Meyakini rukun iman (iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul dan Hari akhir serta Qada dan Qadar Allah)
b. Aspek akhlak meliputi:
1) Pembiasaan akhlak karimah (mahmudah) secara berurutan disajikan pada tiap semester dan jenjang kelas, yaitu: disiplin, hidup bersih, ramah, sopan-santun, syukur nikmat, hidup sederhana, rendah hati, jujur, rajin, percaya diri, kasih sayang, taat, rukun, tolong-menolong, hormat dan patuh, sidik, amanah,
Fenomena Gempa Lombok
Bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini merupakan rangkaian gempa yang dimulai pada 29 Juli 2018 dengan beberapa kali goncangan antara empat hingga tujuh Skala Richter. Menurut laporan Palang Merah Indonesia per tanggal 15 September 2018, total jumlah warga yang terdampak bencana ini adalah 509.677 orang dengan rincian 560 orang meninggal dunia, 7.757 orang luka-luka, dan 396,032 orang terpaksa mengungsi. Bencana ini juga mengakibatkan 81,022 unit rumah rusak berat mengakibatkan orang kehilangan tempat bernaung dan rusaknya sarana dan prasarana umum sebanyak 1,154 unit. Khusus untuk di Kabupaten Lombok Utara saja, tercatat 467 orang meninggal dunia, 829 orang luka-luka, dan 101.735 orang menghuni posko pengungsian.
“Kami sangat prihatin dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok, terutama untuk area-area yang terkena dampak gempa paling besar dan masih membutuhkan bantuan, yaitu di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Untuk itu kami bangun Posko Samsung Peduli di Dusun Lekok dan Menggala, Lombok Utara. Kami meneruskan kepedulian kami dengan mendonasikan Rp 1,5 Milyar melalui PMI untuk membangun hunian sementara, konstruksi dan rehabilitasi perpipaan saluran air, persediaan air bersih, penyediaan jamban sehat, serta layanan kesehatan dan bantuan mobil ambulans. Dari program ini, kami mengharapkan bisa menghasilkan manfaat bagi 20.000 masyarakat terdampak sehingga mereka memiliki semangat untuk membangun kembali hidup mereka pascabencana gempa Lombok.”ujar JaeHoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia.
Pengadaan air bersih di Desa Lekok dan Menggala, Lombok Utara, telah dimulai sejak tanggal 16 September, bersamaan dengan beroperasinya posko Samsung Peduli, karena air bersih merupakan kebutuhan utama saat ini bagi para masyarakat Lombok Utara yang sebagian masih berada di posko pengungsian. Sementara pembangunan konstruksi dan rehabilitasi perpipaan saluran air bersih dan jamban bersih pada masyarakat terdampak akan dimulai pada bulan Oktober. Program kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan 500 hunian sementara di bulan Oktober dan diperkirakan selesai pada bulan Desember, sementara bantuan satu unit ambulans dan layanan program kesehatan PMI berupa klinik keliling, home based care, dan fisioterapi akan dimulai bulan Desember hingga Februari 2019.
“Kami menyambut baik bantuan Samsung dan siap untuk menyalurkan donasi bagi masyarakat Lombok. Diskusi dan koordinasi yang dilakukan sangat cepat dan kooperatif. 500 hunian yang akan kami bangun, akan membantu hingga 2.000 jiwa sedangkan layanan kesehatan kami targetkan untuk melayani hingga 5.000 jiwa. Dalam kegiatan klinik keliling, kami juga akan melakukan trauma healing bagi warga khususnya para anak-anak, karena sebagian dari mereka kini bahkan merasa ketakutan untuk kembali tidur di dalam bangunan rumah. Kami berharap rangkaian program ini termasuk pengadaan air bersih dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga dan menurunkan risiko kematian pascabencana gempa NTB,” papar Ritola Tasmaya, Sekretaris Jenderal PMI
sumber berita palang merah indonesia







