4 Mei 2019

Mulut manusia itu ...??? 2019

•═◎💦﷽

```Mengunggah kembali sajak ini:```
```"MULUT" *)```
```Di mukamu ada sebuah rongga
Ada giginya ada lidahnya
Lewat rongga itu semua bisa
kau masukkan ke dalam perutmu```

```Lewat rongga itu semua bisa kau tumpahkan
Lewat rongga itu air liurmu bisa
meluncur sendiri```
```Dari rongga itu
Orang bisa mencium bau apa saja
Dari wangi anggur hingga tai kuda```
```Dari rongga itu
Mutiara atau sampah bisa masuk bisa keluar
Membuat langit cerah atau terbakar```
```Dari rongga itu
mata air jernih bisa kau alirkan
Membawa kesejukan kemana-mana```
```Dari rongga itu
Kau bisa menjulurkan lidah api
Membakar apa saja```
```Dari rongga itu
Bisa kau perdengarkan merdu burung berkicau
Bisa kau perdengarkan suara bebek meracau```
```Dari rongga itu
Madu lebah bisa mengucur
Bisa ular bisa menyembur```
```Dari rongga itu
Laknat bisa kau tembakkan
pujian bisa kau hamburkan```
```Dari rongga itu
Perang bisa kau canangkan
Perdamaian bisa kau ciptakan```
```Dari rongga itu
Orang bisa sangat jelas melihat dirimu```
```Rongga itu milikmu
Terserah
kau.```
```*) Aslinya tidak pakai tanda kutip ("). Di zaman keperkasaan MedSos ini,``` ```mulut diwakili dengan aman sentosa oleh 'jari jemari' --atau sekedar 'jempol'-- untuk memuntahkan apa saja dan tetap sangat jelas memperlihatkan pemiliknya. ```

2 Mei 2019

Konsentensi seorang anak kecil memakai hijab ketika di negara minoritas

Mengapa Kau Memakai Itu Di Kepalamu?*

Gadis itu bernama Wafa. Wafa adalah seorang gadis kecil berusia sekitar 9 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini.

Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab.
Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya. Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan.
Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” (Tidak apa-apa Bu, aku baik-baik saja)
Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa. Di kesempatan lain, Wafa ditanya oleh beberapa temannya.
“Why do you wear that thing on your head?” ( Mengapa kau memakai itu di kepalamu?)
Dengan percaya diri sebagai seorang muslim, dia menjawab, “Because I’m muslim,” (Karena aku seorang muslim)
Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi, “But what you’re wearing that for?” (Tapi untuk apa kamu mengenakan itu?)
Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, Wafa menjawab, ”Well, because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.” (ya, karena aku seorang muslimah dan semua muslimah tidak boleh menunjukan rambut (aurat) mereka ke orang lain, terkecuali keluarga mereka sendiri)
Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini yang sangat berpegang teguh dan paham akan agamanya di umurnya yang masih belia.
Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim. Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya. Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim.
Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim.Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week (pelajar terbaik) di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.

Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku Character Building, karangan Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih tersebut sungguh menginspirasi kita bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan.
Di negeri yang mayoritas non muslim, Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut. Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini, kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim. Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih dini bukanlah halangan untuk menanamkan rasa bangga sebagai seorang muslim kepada anak.

Puasa 2019 sebentar lagi...part 2

Hanya ilustrasi semata
 CERITA PUASA 2019 PART 2

 Jangan Sibukkan Dirimu Dengan Mencela*
👟Sebuah pelajaran berharga dari Ibnu Sirin rahimahullah; seorang tabi’in yang mulia dalam hal menjaga lisan. Kenyataannya, banyak orang yang ketika dizalimi tidak bisa menjaga lisan sehingga ia pun kemudian berubah menjadi orang yang menzalimi.
🗣Pernah suatu ketika Ibnu Sirin rahimahullah mendengar seseorang memaki al-Hajjaj setelah matinya. Dan memang al-Hajjaj adalah seorang gubernur Bani Umayyah yang kejam lagi bengis, banyak menumpahkan darah kaum muslimin, bahkan di antaranya adalah para ulama. Maka Ibnu Sirin pun menemui orang itu lalu mengatakan:
_👣“Wahai anak saudaraku, diamlah. Sesungguhnya al-Hajjaj telah kembali kepada tuhannya, dan sesungguhnya kamu ketika menemui Allah akan mendapati dosa yang paling besar yang kamu lakukan di dunia, lebih besar bagi dirimu daripada yang dilakukan al-Hajjaj. Masing-masing dari kalian berdua pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkan.”_
🍁Kemudian Ibnu Sirin rahimahullah melanjutkan nasehat berharganya dengan mengatakan:
وَاعْلَمْ يَا ابْنَ أَخِيْ ، أَنَّ اللَّهَ سَوْفَ يَقْتَصُّ مِنَ الحَجَّاجِ لِمَنْ ظَلَمَهُمْ كَمَا سَيَقْتَصُّ لِلْحَجَّاجِ مِمَّنْ يَظْلِمُوْنَهُ ، فَلَا تَشْغَلَنَّ نَفْسَكَ بَعْدَ اليَوْمِ بِسَبِّ أَحَدٍ
_“Dan ketahuilah wahai anak saudaraku, sesungguhnya Allah akan mengambil qishash dari al-Hajjaj untuk orang-orang yang dia zalimi sebagaimana Allah juga akan mengambil qishash untuk al-Hajjaj dari orang-orang yang menzaliminya. Maka janganlah kamu menyibukkan diri setelah hari ini dengan mencela seseorang.”_ (Suwar min Hatayatit Tabi’in: 130)
🏷Oleh sebab itu, jika kita dizalimi maka itu adalah tabungan akhirat kita, jangan dirusak dengan balas menzalimi. Jaga lisan jangan sampai memaki, mencela, merendahkan martabat seseorang meskipun dia adalah orang yang zalim. Sebab, Allah Maha Adil, semua ada pembalasannya.
*🔰Semoga bermanfaat.*
Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi




.....
......
#marahpuasa #puasa2019 #godaanpuasa #syaratpuasa #mencela #dosa #berbukapuasa #puasa 
#sahur2019 #semangatpuasa

1 Mei 2019

puasa 2019 sebentar lagi... part 1

Puasa 2019 sebentar lagi tak terasa 5 atau 6 mei 2019 mendatang bakal menikmati indahnya puasa.. sambil menunggu mari kita simak cerita

Saya ingin berbagi dua cerita lama dan melihat bagaimana Anda akan memilih
"Cerita Pertama" 
Sebuah Perusahaan memiliki tradisi mengadakan pesta setiap malam pergantian Tahun (Old & New) 
dan mengadakan Undian berhadiah ...
Aturan Undian, setiap Karyawan menyetor 10 Dolar sebagai dana, hingga dari 
300 Karyawan terkumpulah Tiga Ribu Dolar. Yg beruntung akan mendapat semua uang yg terkumpul ...
Pada hari Undian, kantor dipenuhi suasana yg semarak; semua orang menuliskan namany 
dikertas dan memasukkannya ke dalam Kotak Undian ...
Seorang pemuda ragu² utk menuliskan nsmanya ; menurutnya, orang yg paling 
pantas mendapatkan Hadiah Undian tsb adalah seorang ibu pembersih di perusahaan tersebut, 
yg anaknya baru² ini didiagnosa mengalami bocor Jantung,  
tapi dia tdk punya uang utk membayar biaya operasinya ...
Meski mengetahui bahwa hanya ada 1/300 kemungkinan nama yg ditulisnya terpilih, 
pria itu menulis nama ibu pembersih itu pada  kertasnya ...
Ketika saat yg menegangkan akan tiba, kertas² di Kotak Undian di-aduk² dan kotaknya di-kocok². 
Pria ini terus berdo'a dalam hatinya : 'Saya berharap nama ibu ini yg terpilih' 
Boss perusahaan dg per-lahan² mengambil sebuah gulungan, membukanya dan 
dg suara yg lantang mengumumkan nama yg tertulis di kertas itu ... 
Nama si ibu pembersih !
Kontan seisi ruangan Kantor itupun meledak dngn sorak sorai, ibu tersebut dg cepat maju 
utk menerima Hadiah Undian tersebut sambil menangis : " Saya sangat  beruntung ! 
Saya sangat  beruntung ! Dg uang ini, anakku punya harapan! ''
Pesta dimulai, pria itu memikirkan *"Keajaiban ini"*, sambil berjalan ke Kotak Undian di depan . 
Diambil dan dibukanya sebuah gulungan kertas; dia lihat tulisan di atas kertas itu adalah nama 
si ibu pembersih Kantor! Pria ini sangat terkejut, lalu dia ambil dan buka lagi beberapa gulungan, 
ternyata meskipun tulisan tangannya ber-beda², namun nama yg tertulis semuanya sama , 
yaitu nama ibu pembersih Kantor tsb!  Mata pria inipun berlinang air mata , disadarinya 
*bahwa di Dunia ini memang benar memiliki KEAJAIBAN, namun keajaiban itu bukan jatuh dari Langit, 
melainkan KITA JUGALAH  YG HARUS MENCIPTAKANNYA...*


"Cerita kedua"
Suatu Siang, ketika sedang ber-jalan² dg seorang teman di pinggiran Kota, kami melihat 
seorang pria tua dg pakaian yg kumal berusaha menawarkan sayuran, namun sayuran² itu tampaknya
 seperti daun² yg mulai mengering, warnanya ke-kuning²an dan ber-lubang² bekas gigitan serangga. 
Teman saya,  tanpa mengatakan apapun , membeli tiga ikat sayuran sekaligus . 
Orang tua itu dg sangat menyesal  menjelaskan : "Sayuran ini adalah tanaman saya sendiri, 
hujan tdk turun beberapa waktu yg lalu hingga sayurannya mulai menguning, saya sangat menyesal"
Setelah kami berlalu, saya tanya teman saya : ''Apa kamu akan memakan sayuran ini dirumah ?
Teman saya berkata : Tidak, sayuran ini tdk bisa di makan lagi ...
Lantas kenapa kamu beli ???
Karena sayuran itu tdk akan dibeli oleh siapa pun juga.  Jika saya tdk membelinya,  
orang tua itu mungkin tdk akan mendapat penghasilan apapun hari ini.
Sangat terkesan dg kebaikan hati teman ini, sayapun kembali ketempat orang tua itu dan 
membeli sisa sayurannya yg masih ada. Orang tua itu berkata dg  gembira,  
"Saya menjual semua sayuran saya sampai tak bersisa hari ini ... ' Terima kasih atas pembelian Anda ... "
Walaupun sayur yg dibeli tdk bisa utk dimakan, saya memetik satu pelajaran yg berharga .
. . . . . . . . . . . . . . . . . 
*Ketika sedang berada di titik terendah dalam hidup ini, kita menginginkan sebuah KARUNIA, 
sebuah Keajaiban atas diri kita.*
Namun ketika kita *MAMPU,  apakah kita bersedia menjadi siPEMBUAT KARUNIA KEAJAIBAN ITU?*
*ALANGKAH BAHAGIA NYA KITA BISA BERBAGI*



#fasting2019 #puasa #berbuka #syaratberbuka #berbagi #puasaindonesia #sahur #motivasipuasa
 #ragamindonesia #tawadhu #batalpuasa #syaratramadhan #senang #happy #tarawih #bersyukur

mengendalikan diri mata telinga dan pikiran...

INSPIRASI*_
﷽
Semua dosa maksiat adalah akibat tak bisa menahan dan mengendalikan diri
Setiap saat kita harus terus berlatih mengendalikan diri, mata, telinga, pikiran, lisan, emosi, nafsu, hati ,, itu lah kunci mulia & bahagia
Daripada banyak berpikir yang tak jelas dan mengotori hati lebih baik banyak berzikir dan berdoa yang bisa jadi solusi
Bila kita melakukan kebaikan dengan tulus, niscaya hati Akan nyaman demikian pula yang menyaksikan apalagi yang mendapatkan kebaikannya.
~~~