4 Apr 2019

Sedang bahagia atau di rudung kesedihan

﷽

*Semoga Allah membahagiakan hati kita di dunia juga di akhirat*
*Sahabat* ... adakah saat ini kita sedang bahagia? Jangan terlena, boleh jadi itu tidak berlangsung lama.
Ataukah saat ini kita lagi dirundung kesedihan ? Janganlah larut dalam duka, karena pasti ini akan berakhir juga...
Dunia itu fana, termasuk semua yang ada di dalamnya. Apapun itu, berharaplah ganjaran pahala di akhirat dan pengampunan dosa. Karena kita memahami bahwa,
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
" Dan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal... ."
(QS al-A'laa: 17)
Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اَللّٰهُمَّ ، لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ
" Ya Allah, tiada kehidupan yang sejati kecuali kehidupan akhirat... "
(HR. al-Bukhari: 6413)
Sahabat... sesuatu yang singkat dan sementara itu seringkali menipu dengan pesonanya.

3 Apr 2019

Model pemilu

INILAH MODEL PEMILU INDONESIA YANG HARUS DIHANCURKAN*
*Reposted:*
*Ketika Boneka Menjadi Pemimpin*
*OLEH: MH. A’INUN NAJIB*
Kenapa rakyat mau Memilih Boneka, Patung atau Berhala untuk menjadi Pemimpinnya?
Karena Partai Politik Memperkenalkan Calonnya dengan Mendustakan Kenyataannya
Calon Pemimpin Ditampilkan dengan Pencitraan,
Pembohongan,
di Make-Up Sedemikian Rupa,
di-Besar²kan,
di-Baik²kan,
di-Indah²kan,
di-Hebat²kan
Itu bukan Politik namanya, Pak,
itu Kriminal
Memang bukan politik, melainkan Perdagangan
Bukan Demokrasi, melainkan Perjudian
Memang bukan Kepemimpinan, tapi Talbis, kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya itu namanya Demokrasi Talbis
Talbis itu apa tho, Pak?
Talbis adalah Iblis menemui Adam di Surga dengan Kostum dan Make Up Malaikat, sehingga Adam menyangka ia adalah Malaikat.
Maka Adam tertipu.
Rakyat adalah korban Talbis di berbagai lapisan.
Mereka dibohongi sehingga menyangka bahwa yang dipilihnya adalah pemimpin, padahal boneka.
Boneka yang diberhalakan melalui pencitraan
Apakah pemimpin yang demikian bisa berkuasa?
Yang Berkuasa adalah Botoh² (Bobotoh) yang Membiayainya.
Setiap langkahnya dikendalikan Oleh Para Bobotoh.
Setiap keputusannya sudah dipaket oleh penguasa modal.
Ia tidak bisa mandiri, karena dikepung oleh kelompok² yang juga saling berebut demi melaksanakan kepentingan masing²
Apa ia Tidak Merasa Malu Menjadi Boneka?
Itu 1 rangkaian:
Tidak Merasa Bersalah.
Tidak Malu.
Tidak Tahu Diri.
Tidak Mengerti bahwa ia sedang Menyakiti dan Menyusahkan Rakyatnya.
Tidak Memahami Posisinya di Hati Masyarakat.
Tidak Punya Cermin untuk Melihat Wajahnya
Sampai Separah itu Pak?
Tidak punya konsep tentang Martabat manusia, harga diri Bangsa dan Marwah Negara.
Hanya mengerti Perdagangan Linier dan sepenggal,
tidak paham perniagaan panjang yang ada lipatan dan rangkaian putarannya.
Tidak memahami tanah dan akar Kedaulatan, pertumbuhan pohon kemandirian, dengan Time-Line Matangnya Bunga dan Bebuahannya.
Pemimpin yang demikian membawa bangsanya berlaku sebagai Pengemis yang Melamar ke Rentenir
Pemimpin yang seperti itu Akhirnya Pasti Jatuh dan Hancur, kata Kakak.
Belum tentu, kata Bapak.
Jangan lupa bahwa kalau Para Bobotoh Mampu Mengangkat Berhala ke Kursi Singgasana,
Berarti Mereka Juga Menguasai Seluruh Perangkat dan Modalnya untuk bikin apa saja semau mereka di Negara ini
Juga Selalu Sangat Banyak Orang dan Kelompok yang Mencari Keuntungan Darinya,
Bahkan Menggantungkan Hidupnya.
Sehingga mereka Membela Boneka itu Mati²an.
Mereka selalu mengumumkan betapa Baik dan Hebatnya Pemimpin Yang Mereka Mendapatkan Keuntungan darinya, sampai² Akhirnya mereka yakin sendiri bahwa ia benar² Baik dan Hebat.
Uang, Kekuasaan dan Media, Sanggup Mengumumkan Surga Sebagai Neraka, dan meyakinkan Neraka Adalah Surga
*_S a l a m ,_*

antara najis dan haram

ANTARA NAJIS DAN HARAM*
Satu hal yang harus dipahami dalam hal najis dan haram adalah bahwa setiap benda yang najis pasti haram, namun tidak setiap yang haram itu adalah najis. Hal ini berdasarkan dalil dari firman Allah:
قُل لَّا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ
_Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu najis.”_ (QS. Al-An’am: 145)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Kita dapat mengambil faidah dari sebab yang disebutkan dalam ayat ini bahwa setiap najis adalah haram. Karena Allah mengaitkan sebab diharamkannya hal-hal yang disebutkan ini dengan bahwasanya hal itu adalah najis. Maka kita dapat mengambil sebuah kaidah dari hal ini yaitu:
كُلُّ نَجْسٍ حَرَامٌ وَلَيْسَ كُلُّ حَرَامٍ نَجْسًا
_“Setiap najis adalah haram dan tidak setiap yang haram adalah najis.”_
⚱Contohnya adalah sutra, ia haram bagi kaum laki-laki akan tetapi tidak najis. Hasil curian adalah haram tapi tidak najis. Racun haram tapi tidak najis.” (Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawaidihi: 42)
Maka apabila sesuatu itu najis maka sudah pasti haram untuk dikonsumsi. Inilah salah satu di antara kaidah syari’at kita, oleh sebab itu jika kita memahaminya maka akan banyak permasalahan yang akan terjawab.
*Semoga bermanfaat.*
Ditulis oleh: _Zahir al-Minangkabawi_

Istighasah (meminta pertolongan) kepada selain allah

*ISTIGHASAH KEPADA SELAIN ALLAH* 📝
Istighosah di dalam pengertian syariat Islam adalah meminta pertolongan agar terlepas dari bala dan bencana.
Istighosah adalah salah satu bentuk ibadah yang tidak boleh di berikan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Di dalam al-qur'an Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ ■ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم
"Dan janganlah kamu berdo'a kepada apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim (106) Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.
Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.
Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (107)"
Ayat ini menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mampu menghilangkan kesulitan dan bala yang menimpa kita. Tidak seorang pun yang mampu menolak bencana dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Maka hendaklah seseorang senantiasa meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika mereka ditimpa kesulitan dan tidak meminta kepada lainnya yang tidak mampu dan tidak memiliki daya untuk menolak kesulitan tersebut.
‼ *KESALAHAN YANG KADANG TERJADI* ‼
Di tengah masyarakat kita Terkadang ada sebagian orang ketika mengalami sebuah kesulitan ataupun tertimpa bencana atau musibah, maka mereka meminta atau beristighotsah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.
🚫 Mereka pergi ke sebuah gunung atau laut atau pohon atau bahkan kuburan dalam rangka untuk menghilangkan kesulitan yang mereka alami.
🚫 Ada juga sebagian mereka memotong sesembelihan berupa binatang ternak untuk dilemparkan ke gunung atau dilemparkan ke laut dengan harapan terlepas dari bencana dan musibah.
🚫 Sebagian orang lagi terkadang memanggil orang yang sudah meninggal dari kalangan orang-orang sholeh, Kyai atau ulama untuk meminta kepada mereka agar diselamatkan dari bencana dan musibah.
Tentunya ini sebuah kekeliruan yang harus diluruskan, karena tidak ada yang mampu untuk menolak bencana dan bahaya kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
✔ Hendaklah seorang Muslim meminta dan beristighotsah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak kepada selain-Nya.
Karena Istighosah termasuk ibadah.
✍ *Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Hafizhahullah*

2 Apr 2019

Kambing ngeyel

KAMBING MESKIPUN TERBANG (NGEYEL)
.
Dikisahkan bahwasanya ada dua orang arab yang melihat seekor hewan dari kejauhan, yang pertama berkata : Itu adalah kambing, yang kedua berkata ; Itu adalah burung. Akhirnya keduanya mendekati hewan tersebut, ternyata hewan tersebutpun terbang. maka yang kedua berkata ; Bukankah telah saya katakan itu adalah burung !!. Maka yang pertama dengan PeDe nya dan NGEYELnya berkata : “Itu adalah kambing meskipun terbang”.
.
Sikap ngeyel sering menimpa dua golongan manusia :
.
PERTAMA: Orang Pintar yang ujub. Dia merasa pendapatnyalah yang terbaik, ide nyalah yang terbagus, sehingga tidak menghargai pendapat orang lain. Akhirnya jika telah nampak bahwa pendapatnya salah dan keliru ia akhirnya ngeyel mempertahankan pendapatnya. Waspadalah jangan sampai anda terjangkiti sikap ngeyel yang menunjukan anda telah terjangkiti penyakit ujub
.
KEDUA : Orang bodoh tapi merasa pintar. Ia merasa pendapatnya benar, dan ia ngeyel mempertahankannya, padahal semua orang pintar tahu bahwasanya ia telah keliru. Kebodohannyalah yang membuat ia merasa benar dan pintar sehingga iapun ngeyel. Ia bodoh kalau ia adalah orang bodoh. waspadalah jangan sampai anda ngeyel karena kebodohan anda
.
.
👤 Ustadz DR Firanda Andirja, MA


NGEYEL : Pepatah Arab : عَنْزَة وَلَوْ طَارَتْ (Kambing meskipun terbang !!!)